Opak Pisang Sidoarjo Tembus Pasar China, Philipina, Eropa, dan Uni Soviet

opak pisang sidoarjo Sidoarjo – Setelah keripik pisang, giliran opak pisang asal Sidoarjo yang siap ekspor ke China, Philipina, Eropa, dan Uni Soviet. Bukti, penganan tradisional Indonesia berbahan baku pisang mampu menyedot perhatian pasar dunia.

Opak pisang bermerk Bananos (Banana Opaque), dijual seharga 1 dolar akan diekspor seminggu sekali sebanyak 1 kontainer berukuran 20 feet.

Berbobot 110 gram, menggunakan bar code, sertifikasi Halal, dan bernilai gizi tinggi, Bananos hanya diproduksi dengan satu cita rasa pisang asli, yakni rasa pisang Ambon.

“Indonesia kaya dengan tanaman pisang, dan pasar penganan dunia terbuka untuk bahan baku pisang. Selama ini, belum ada penganan berbahan baku pisang yang memasok pasar dunia,” kata Ida Widyastuti, pemilik rumah snack Mekar Sari, di kawasan Pondok Jati, Sidoarjo, Minggu (15/4/2012).

Sedangkan untuk memenuhi pasar China, Singapore, dan Malaysia, khusus Keripik Pisang diproduksi dengan lima rasa, yakni rasa ayam bakar (roasted chicken), barbeque, balado, pisang gurih, dan schrimpt.

Dijual dengan harga 1 dolar, berbahan pisang Agung, diolah tanpa bahan pengawet, berlabel Go Banano (Banana Chip).

Menurut Ida, ekspor perdana 1 kontainer itu dilakukan berdasar kontrak dengan importir setempat dalam waktu tiga bulan ke depan. Bila dalam waktu tiga bulan terjadi lonjakan pasar, maka kuantiti ekspornya ditingkatkan menjadi 5 kontainer untuk negara-negara tersebut. Sedangkan permintaan untuk pasar Eropa dan Uni Soviet, menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

Sedangkan cita rasa lidah orang Philipina, Singapore, dan Malaysia tak jauh beda dengan lidah masyarakat Indonesia. Karenanya, lanjut Ida, pasar untuk Asia merespon tinggi camilan berbahan baku pisang saat Rumah Snack Mekar Sari melakukan penjajakan pasar pada November 2011.

Bahan baku pisang Ambon di Jawa Timur pasarnya melimpah. Tiap hari, Mekar Sari menghabiskan 2 ton pisang Ambon untuk memproduksi penganan Opak Pisang. Kapasitas produksi itu dilakukan dengan mempekerjakan 50 orang. Pihaknya sedang memesan mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi untuk rencana ekspor 5 kontainer.

Khusus untuk bahan baku pisang agung, rumah snack Mekar Sari melakukan budi daya tanaman pisang agung di Trenggalek, di atas tanah seluas 200 hektare.

Rumah snack Mekarsari tak hanya memproduksi makanan ringan berbahan pisang. Namun, juga memproduksi camilan dengan ragam jenis produk, rasa, kualitas dan harga yang terjangkau masyarakat.

Sukses awal yang dirintis Mekar Sari adalah memproduksi camilan emping pada tahun 2001. Di masa itu, wanita kelahiran Demak, Jawa Tengah, tahun 1974 ini menawarkan camilannya ke pasar-pasar tradisional di Sidoarjo. Dalam waktu 2 tahun, Ida bersama suaminya, Haris Setiawan, berhasil meraup keuntungan besar dari usahanya itu.

Dari emping, akhirnya dikembangkan menggarap jajan tradisional dan berhasil menghimpun sedikitnya 50 UKM. Di tahun 2005 Ida membangun bisnisnya Rumah Snack Mekarsari dengan UKM binaanya, dan berkembang hingga kini meluaskan usahanya dengan membuka cabang di Denpasar, Bali, untuk memasok camilan di kawasan Indonesia Timur.

 

Original Post by Rois Jajeli di DetikSurabaya

 

Search terms / keywords : opak pisang, usaha di rumah, bisnis rumahan, pisang agung, rumah snack mekar sari, sidoarjo, go banano

Iklan

Tulis Komentar atau pertanyaan disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s